• header
  • header
  • header
  • Formasi SMPN2
  • Siswa

Selamat Datang di Website Resmi SMP NEGERI 2 TASIKMALAYA | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMP NEGERI 2 TASIKMALAYA

NPSN : 20224587

Jl. Alun alun Kabupaten No 1 Kota Tasikmalaya


info@smpn2-tsm.sch.id

TLP : 0265 331863


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 292215
Pengunjung : 67498
Hari ini : 12
Hits hari ini : 49
Member Online : 13
IP : 54.80.33.183
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:04

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:03

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:03

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:03

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:03

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:03

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:03

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:03

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:02

    Faisal Muhammad Dzikry
  • Faisal Muhammad Dzikry (Alumni)
    2014-12-18 16:47:02

    Faisal Muhammad Dzikry

Guru dan Kurikulum 2013




Ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013. Apa saja?   

Pertama, kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar (baca: kompetensi pedagogi/akademik).  Didalamnya terkait dengan metodologi pembelajaran, yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-ratanya 44,46.

Kedua, kompetensi akademik (keilmuan), ini juga penting, karena guru sesungguhnya memiliki tugas untuk bisa mencerdaskan peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, jika guru hanya menguasai metode penyampaiannya tanpa kemampuan akademik yang menjadi tugas utamanya, maka peserta didik tidak akan mendapatkan ilmu pengetahuan apa-apa.

Ketiga, kompetensi sosial. Guru harus juga bisa dipastikan memiliki kompetensi sosial, karena ia tidak hanya dituntut cerdas dan bisa menyampaikan materi keilmuannya dengan baik, tapi juga dituntut untuk secara sosial memiliki komptensi yang memadai. Apa jadinya seorang guru yang asosial, baik terhadap teman sejawat, peserta didik maupun lingkungannya.

Keempat, kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Pada diri gurulah sesungguhnya terdapat teladan, yang diharapkan dapat dicontoh oleh peserta didiknya.

Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting dari pada pengembangan kurikulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.

Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif.

Disinilah guru berperan besar didalam mengimplementasikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cerdas tapi juga adaptip terhadap perubahan. (***)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas